Danhendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. ( Surat An-Nisa', Ayat 9)
Langkahselanjutnya kata wagub, setelah anak tumbuh berkembang ajarilah yang baik dengan nilai-nilai agama dan ilmu pengetahuan, sehingga kelak akan menjadi manusia-manusia yang cerdas dan taat kepada tuhannya. Tuntutan Al-Quran untuk tidak meninggalkan generasi bodoh, saat ini telah dilaksanakan oleh PPAY Al-Amal.
JANGANMENINGGALKAN GENERASI YANG LEMAH. Kategori Berita | Diposting pada : 23 Oktober 2012 | 16:54 WIB oleh adminsuper. Baca Juga Berita Lainnya. Atasi Corona dengan Khotmil Qur'an Online; Tim Tonti MTsN 1 Kulon Progo Meriahkan Pawai Karnaval Tingkat Kecamatan Wates;
Fast Money. Post Views 108 Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti hadir di acara Liwetan Gawagis & Ulama Muda Pesantren Pondok Pesantren Mambaul Falah, Kabupaten Bandung. Foto dpd JAWA BARAT, — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan jika seluruh elemen masyarakat harus memberikan perhatian untuk generasi yang akan datang. Menurut LaNyalla, bangsa ini tidak boleh mewariskan generasi yang lemah. Penekanan tersebut disampaikan LaNyalla saat memberikan orasi di acara Liwetan Gawagis & Ulama Muda Pesantren Pondok Pesantren Mambaul Falah, Kabupaten Bandung, Senin 12/9/2022 malam. Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, Allah SWT sudah berfirman tentang pentingnya menyiapkan next generation. Karena itu saya sengaja tidak berpikir tentang next election, tetapi next generation. “Islam menganjurkan kita agar tidak meninggalkan atau membiarkan generasi setelah kita menjadi generasi yang lemah. Dimana menurut sejumlah Ulama ada empat kriteria generasi yang lemah itu,” tuturnya. Pertama, jangan meninggalkan generasi yang lemah akidah. Karena pertarungan masa depan adalah pertarungan akidah. Karena, generasi mendatang akan dihadapkan kepada kemajuan teknologi dan sekulerisme yang semakin kuat akibat dominasi materialisme. Kedua, jangan meninggalkan generasi yang lemah ibadah. Karena hukum materialisme akan semakin menguat. Sehingga ibadah akan dianggap menghambat proses materialisasi, atau pengejaran keuntungan dunia. Karena bagi mereka time is money. “Ketiga, jangan meninggalkan generasi yang lemah di bidang ilmu pengetahuan. Karena pertarungan masa depan dihadapkan kepada kompetisi berbasis latar belakang pendidikan dan keilmuan,” ujarnya. Dan keempat, jangan meninggalkan generasi yang lemah ekonominya. Atau terbelit dalam kemiskinan. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran. “Perintah agama ini sangat jelas. Tetapi hari ini kita dihadapkan kepada situasi dimana kita sebagai umat Islam, umat terbanyak, penduduk mayoritas, justru berada dalam lingkaran kemiskinan,” katanya. Dijelaskan LaNyalla, kemiskinan membuat masyarakat menjadi tertinggal dalam kualitas pendidikan. Menjadi terbatas dalam mengakses kesehatan. Menjadi terbelakang dalam penguasaan teknologi dan sains. “Akibatnya kita menjadi tidak kompetitif. Tidak menjadi epicentrum. Tetapi menjadi marginal atau terpinggirkan. Dan umat Islam menjadi mayoritas penerima BLT Menjadi mayoritas penerima Bansos. Artinya, ada yang salah dalam pengelolaan negara ini,” ulasnya. LaNyalla menambahkan, bangsa ini juga menghadapi ancaman penguasaan oleh bukan Orang Indonesia Asli melalui tiga tahapan. Yaitu Kuasai perekonomiannya. Kuasai politiknya. Dan terakhir, kuasai Presiden atau Wakil Presidennya. “Karena Undang-Undang Dasar hasil perubahan tahun 2002 telah mengubah Pasal 6 naskah asli Undang-Undang Dasar 1945 dengan menghapus kata “Asli” pada kalimat Presiden Indonesia ialah Orang Indonesia Asli’,” ujarnya. LaNyalla menjelaskan, jika tiga epicentrum penting tersebut sudah dikuasai oleh bukan Orang Indonesia Asli, maka kita semua tidak akan bisa apa-apa lagi. Kita akan tersingkir dan menjadi penduduk kelas bawah yang tidak kompeten, dan tidak mampu bersaing. “Karena Anda terbelit dalam kemiskinan. Dan lingkaran setan kemiskinan struktural inilah yang akan dilanggengkan,” terangnya. LaNyalla juga membahas fenomena Islamophobia. Dijelaskannya, Islamophobia semakin marak. “Padahal Sila Pertama dari Pancasila dan Pasal 29 dalam Konstitusi kita jelas-jelas mengatakan bahwa negara ini berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengapa ini semua terjadi? Jawabannya, karena bangsa sudah meninggalkan Pancasila sejak kita melakukan perubahan Konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 silam,” tuturnya. Diterangkannya, Profesor Kaelan dari UGM menerangkan jika sejak saat itu, kita telah menggunakan UUD baru, yaitu UUD 2002. Bukan lagi UUD 1945 yang disusun para pendiri bangsa. “Karena sangat jelas, Cita-Cita dan Tujuan Nasional yang terdapat dalam Pembukaan serta Pancasila sudah tidak nyambung lagi dengan isi Pasal-Pasal dalam Konstitusi. Isi pasal-pasal UUD 2002 justru merupakan penjabaran dari ideologi lain, yaitu Liberalisme dan Individualisme,” terangnya. Ideologi liberalisme dan individualisme, lanjutnya, adalah prasyarat dari tumbuh suburnya iklim kapitalisme dan sekularisme. Itulah yang semakin membuat bangsa ini karut marut, dan akan mewariskan generasi mayoritas yang lemah. Untuk itu LaNyalla mengajak semua pihak untuk kembali ke UUD 1945 naskah asli untuk kemudian disempurnakan melalui adendum. Sehingga tidak mengubah sistem demokrasi asli Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Falah Kabupaten Bandung, Gus Ali Sururi mengatakan, pihaknya sangat salut dengan Ketua DPD, karena tidak pernah lelah menyambangi rakyat dan menemui rakyat dari provinsi ke provinsi. “Semuanya mendengarkan aspirasi kami. Langsung action mendorong aspirasi. Termasuk dari kami para gus dan ulama muda. Pak Nyalla juga sangat perduli pesantren, ini adalah sosok yang langka, mencintai santri. Kita doakan, segala hajat Pak Nyalla dikabulkan Allah,” ujarnya. Dalam acara tersebut, LaNyalla didampingi oleh Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin. Selain itu, hadir juga para ulama muda di antaranya adalah, Gus Zahrul Azhar atau Gus Heri Pengasuh Pesantren Darul Ulum Jombang, Gus Athoillah Yusuf Gus Aat Pengasuh PP Darul Arqom, Gus Ali Sururi Pengasuh PP Mambaul Falah, para Asparagus se-Jabar, Jateng dan Jatim, serta Koordinator Acara tersebut Gus Tamam alias Ahmad Tamamuddin. Rel/dpd
Sumber QS.[4]. An Nisaa 9 Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Kajian Anak adalah amanah, maka para orangtua harus bertanggungjawab penuh untuk mendidiknya, membimbingnya, dan mengarahkannya agar tidak menjadi anak-anak yang lemah. Generasi yang kuat lebih senangi oleh Allah dari pada generasi yang lemah. Untuk menjadikan anak-anak menjadi kuat caranya melalui pengajaran, pendidikan, dan pelatihan. Ajari anak-anak tentang ilmu agama, didiklah agar bermoral dan biasakanlah agar tidak canggung, ahli dan mahir. Kirimkanlah mereka ke lembaga yang patut untuk dipercaya. Bekali ilmu agama, ilmu memanah, berenang dan berkuda. Aplikasi ilmu agama adalah adil saat memimpin, tidak korupsi saat punya kewenangan, memikirkan anak buah atau rakyatnya saat berkuasa, jujur saat bicara dan saat bertindak. Aplikasi ilmu memanah adalah siap berburu dan perang, dan di zaman sekarang bisa diterjemahkan pandai mencari nafkah yang halal dan fokus terhadap suatu tujuan. Aplikasi ilmu berenang adalah siap mengarungi kehidupan yang penuh ketidakpastian dengan badan yang sehat dan senantiasa bugar. Sedangkan aplikasi ilmu berkuda, adalah memiliki kendaraan atau cara dalam melangkah agar lebih cepat sampai tujuan. Janganlah kawatir jika kita sudah bertakwa kepada Allah semua pasti akan didapatkan jika sudah kita ikhtiarkan sesuai dengan tuntunan-Nya. Kata kunci agar anak-anak tidak lemah adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Teknologi, dan Aplikasi di lapangan hidup sehari-hari. Wallahu a’lam bishawab. Yogyakarta, Selasa, 4 Februari 2014. Teguh Sunaryo Motivator Religi Indonesia HP 085 643 383838 . ———————————————————————————-
Hasil pencarian tentang Jangan+tinggalkan+generasi+yang+lemah Jangan pedulikan omongan orang-orang kafir. Dan tinggalkan apa yang mereka datangkan. Setelah generasi Nûh, Kami menciptakan generasi lain, yaitu kaum 'Ad. Sesudah orang-orang pilihan itu, datanglah generasi-generasi yang tidak mengikuti petunjuk mereka....Generasi tersebut meninggalkan salat, tidak mau mengambil manfaat dan petunjuk dari salat serta bergelimang Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela..., suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui...lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela..., suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui...lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela..., suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui...lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela..., suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui...lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang dan Kami binasakan kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak lagi generasi-generasi di antara Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab Taurat sesudah Kami binasakan generasi-generasi...yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. Jangan meninggalkan tempat tinggal kecuali jika ada kepentingan yang dibenarkan oleh Allah yang mengharuskan...Jangan memperlihatkan keindahan dan perhiasan kalian kepada kaum lelaki jika kalian berada di luar, seperti...yang pernah dilakukan oleh orang-orang Jahiliah dahulu....Laksanakan salat dengan sempurna, tunaikan zakat, laksanakan segala perintah Allah dan Rasul serta tinggalkan...segala yang dilarang. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal...generasi itu telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah...Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai...mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi...yang lain. Mereka pun Kami abadikan dengan pujian yang baik di kalangan generasi yang datang setelahnya. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami adalah Allah," kemudian mereka meneguhkan pendirian...mereka dalam ajaran tauhid dan lain-lainnya yang diwajibkan atas mereka maka malaikat akan turun kepada...mereka sewaktu mereka mati "Hendaknya kalian jangan merasa takut akan mati dan hal-hal yang sesudahnya...dan jangan pula kalian merasa sedih atas semua yang telah kalian tinggalkan, yaitu istri dan anak-anak...yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Janganlah kalian berdua lemah dalam menyampaikan risalah-Ku, dan jangan pula lalai untuk mengingat dan Setelah mereka, Kami menciptakan lagi beberapa generasi yang lain seperti kaum Shâlih, Lûth dan Syu'ayb Benarkanlah al-Qur'ân yang Aku turunkan untuk membenarkan kitab-kitab yang ada pada kalian, juga membenarkan...Jangan buru-buru mengingkari al-Qur'ân, karena dengan begitu kalian akan menjadi orang pertama yang mengingkarinya...Padahal, seharusnya kalian menjadi orang pertama yang mempercayainya....Jangan kalian tinggalkan ayat-ayat Allah untuk kemudian mengambil kesenangan hidup di dunia-yang sebenarnya Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, Janganlah kalian lemah dalam menghadapi musuh, dan jangan mengajak mereka berdamai karena alasan takut Janganlah kamu merasa lemah dalam memerangi orang-orang kafir dan jangan pula bersedih hati atas...sesuatu musibah yang menimpa dirimu padahal kamu orang-orang yang tertinggi hingga mampu mengalahkan...mereka jika kamu orang-orang yang beriman maksudnya benar-benar beriman sedangkan yang menjadi jawab...syarat ialah apa yang ditunjukkan oleh makna kalimat-kalimat yang sebelumnya. Wahai Muhammad, jangan engkau penuhi seruan orang-orang kafir yang sombong hingga engkau mengusir orang-orang...Mukmin lemah yang selalu menyembah Allah dan hanya mengharapkan rida-Nya!...Jangan engkau perhatikan penindasan mereka terhadap orang-orang Mukmin!...Karena kamu tidak bertanggung jawab di hadapan Allah atas sesuatu yang mereka perbuat, sebagaimana mereka...Mukmin, maka engkau telah termasuk orang-orang yang lalim. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. Alangkah banyaknya taman yang mereka tinggalkan yaitu kebun-kebun dan mata air yang mengalir. Tidak perlu kamu bersuara keras, ataupun terlalu lemah....Jangan sampai kamu lupa berzikir pada Allah. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih. Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang...yang melampaui batas". Selain itu, janganlah kalian merasa lemah lalu tidak berjuang dan berperang karena hal-hal yang menimpa...Jangan pula meratapi saudara-saudara kalian yang gugur!...Kalian, berkat dukungan Allah, keimanan, dan kekuatan kebenaran yang kalian bela, adalah lebih tinggi Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah yaitu dari air mani yang hina lagi lemah itu...kemudian Dia menjadikan kalian sesudah keadaan lemah yang lain yaitu masa kanak-kanak menjadi kuat...lemah kembali dan beruban lemah karena sudah tua dan rambut pun sudah putih....Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya ada yang lemah, yang kuat, yang muda, dan yang tua dan Dialah...Yang Maha Mengetahui mengatur makhluk-Nya lagi Maha Kuasa atas semua yang dikehendaki-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut...jika kamu orang-orang yang beriman. Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan...lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban....Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
jangan meninggalkan generasi yang lemah